Counter Powered by  RedCounter

Archive for the “Komputer” Category

Bagi pebisnis yang sering keluar kantor (mobile) dalam kesehariannya, tentunya notebook sudah menjadi gadget yang dibawa kemanapun mereka pergi. Bahkan saking pentingnya notebook, mahasiswa pun mulai menggunakan gadget ini untuk mengerjakan tugasnya. Sekarang ini bahkan sudah banyak tempat-tempat nongkrong yang menyediakan hotspot sehingga para pebisnis
ataupun mahasiswa dapat mengakses internet jika notebook-nya sudah dilengkapi dengan WiFi.

Memang, jika dibandingkan notebook dengan komputer desktop, harga notebook jauh lebih tinggi. Dengan uang 12 juta rupiah misalnya, seharusnya kita mendapatkan PC yang berteknologi high-end. Tetapi jika kita membeli notebook, kita hanya mendapatkan notebook yang standar saja. Tetapi jika dilihat dari segi kepraktisan dan mobilitasnya, tentunya orang-orang akan rela-rela saja mengeluarkan sejumlah uang untuk membeli notebook tersebut. Read the rest of this entry »

Comments No Comments »

Berikut ini adalah tips buat yang mau membeli komputer rakitan secara umum. Langsung diliat yu.:)

1. Motherboard

Saat ini, komponen dalam motherboard untuk kartu grafisnya sebaiknya menggunakan interface PCI-E (Peripheral Component Interconnect Express). Hal ini dikarenakan teknologi AGP (Accelerated Graphics Port) sudah ketinggalan. Sayang jika kamu masih membeli motherboard yang port grafi snya masih menggunakan AGP. Keuntungannya menggunakan PCI-E adalah, kamu dapat sewaktu-waktu mengupgrade kartu grafis-nya saja jika ingin meningkatkan performanya (tanpa perlu membeli motherboard lagi dengan konektor PCI-E). Usahakan terdapat 4 slot DIMM untuk RAM, sudah menggunakan SATA2 dan DDR2, mengingat harga memori DDR1 lebih mahal ketimbang DDR2. Disamping itu, kita juga harus memperhatikan chipset apa yang dipakai pada motherboard tersebut. Chipset akan mempengaruhi semua komponen yang nantinya akan dipasang pada motherboard tersebut. Socket processor yang terbaru saat ini adalah AM2+ untuk AMD dan LGA775 untuk Intel.

2. Processor

Prosesor yang standar dipakai saat ini adalah mulai dari Pentium 4 (Intel) atau Athlon64 (AMD) sampai dengan Core 2 Duo (Intel) atau X2 (AMD). Lalu bersiaplah untuk menantikan kehadiran quad core. Untuk prosesor, jangan lupa mengecek dahulu apakah socket-nya sesuai dengan yang terdapat di motherboard.  Disarankan untuk prosesor, kita tidaklah terlalu perlu menggunakan prosesor dengan versi yang terbaru. Disesuaikan dengan kebutuhan dan budget tentunya.

3. Heat Sink

Penggunaan heat sink disesuaikan dengan prosesor yang akan dipakai. Biasanya semakin cepat kinerja prosesor maka panas yang dihasilkan juga semakin besar. Maka dari itu, heat sink yang digunakan juga harus dapat meredam panas dari prosesor tersebut.

4. Power Supply

Power supply berfungsi untuk mengubah aliran listrik yang akan masuk ke dalam komputer lalu diubah menjadi sumber daya yang dibutuhkan oleh komponen dalam komputer. Dari 220 volt menjadi sebesar 5 volt ataupun 12 volt yang nantinya akan digunakan untuk fan, prosesor, hard disk, DVD-ROM, dll. Power supply yang standar pada sekarang ini memiliki daya sebesar 500 watt . Usahakan agar memilih power supply sesuai dengan kebutuhan. Jika kamu tidak sering mengupgrade PC/hardware yang akan digunakan maka tidak akan banyak memakan sumber daya, mungkin kamu masih bisa menggunakan yang 430 watt dengan konsekuensi tidak bisa menambah/meng-upgrade komponen yang membutuhkan sumber daya yang besar.

5. Memory

Memori yang standar dipakai saat ini adalah 1GB. Kita bisa menggabungkan 512 MB sebanyak 2 buah agar menjadi dual channel yang tentunya akan lebih cepat kinerjanya ketimbang 1 buah memori sebesar 1GB. Memori sendiri dibedakan atas slotnya. Mulai dari EDORam, SDRAM sampai sekarang yang dipakai secara umum adalah DDR2. Sedangkan DDR3 dan DDR4 masih belum banyak beredar. Memorinya sendiri ada yang single-sided dan double-sided. Read the rest of this entry »

Comments No Comments »

Menanggapi pesatnya pertumbuhan teknologi di era yang semakin modern, tentu tidak bisa dihindari bahwa sudah banyak yang membutuhkan komputer untuk pekerjaan ataupun sekedar hiburan. Berbagai macam pekerjaan dapat dilakukan dengan mudah oleh alat yang bernama komputer ini. Mulai dari mengetik naskah, mendengarkan musik seperti menggunakan CD/DVD player, chatting via internet, menonton tv, bahkan sampai video/audio editing.

Berdasarkan semua kebutuhan itu, komputer sudah menjadi bagian yang tidak bisa dipisahkan lagi dari kehidupan. Namun, meskipun demikian, cukup banyak dari kita yang masih belum memiliki komputer dikarenakan oleh harganya yang tingginya selangit. Memang kita tidak bisa mengesampingkan dengan yang namanya harga tetapi kita masih bisa menyiasatinya dalam membeli komputer sesuai dengan kebutuhan. Tips-nya adalah sebagai berikut:

1. Sesuaikan dengan Kebutuhan

Pahami dulu kebutuhannya. Jika komputer digunakan sebagai server, maka komponen yang akan dipakai haruslah dirancang untuk mampu bekerja 24 jam sehari dan seterusnya. Untuk komputer multimedia akan fokus pada kemampuan resolusi dan kecepatan proses serta kapasitas harddisk yang besar. Sedangkan komputer untuk game akan membutuhkan kartu grafis yang berspesifikasi tinggi sampai bisa melebihi harga dari motherboard-nya dan juga butuh RAM yang cukup besar serta prosesor yang cepat. Untuk keperluan kantor seperti MS Office hanya membutuhkan spesifikasi yang ringan saja. Perlu diingat bahwa semakin kompleks penggunaannya maka akan semakin tinggi spesifikasi yang akan digunakan dan secara otomatis hargapun akan melonjak tinggi. Jika kamu adalah salah satu orang yang lebih sering berada di luar (mobile) maka laptop – lah yang cocok untuk digunakan. Tetapi jika kamu lebih suka mengerjakan pekerjaan di rumah atau harus berbagi komputer dengan keluarga, maka kamu lebih cocok menggunakan PC.

2. Kenali Spesifikasi Komputer

Kamu dapat mencari spesifi kasi untuk komputer di pusat toko komputer. Disana kamu dapat dengan leluasa memilih spesifikasi komputer dari berbagai macam tipe dan kualitas.

3. Pilihan Alternatif (Komputer Rakitan)

Dengan memberli komputer rakitan, selain kamu bisa menentukan sendiri spesifikasi yang akan dipakai, kamu juga bisa lebih menghemat. Namun, hal ini menjadi repot apabila kamu kurang akan pengetahuan tentang komputer. Jadi solusinya adalah kalau tidak dibantu oleh si penjual, kamu bisa mencari informasi lewat internet terlebih dahulu. Solusi yang terakhir adalah membeli komputer yang sudah jadi alias komputer bermerek dengan resiko harga akan jadi lebih mahal. Mengapa? Karena mereka selain menjamin akan kualitas yang dipakai, mereka juga harus membiayai usaha besar sebagai akibat besarnya bentuk perusahaan mereka.

4. Tunggu Sampai Harga Turun

Biasanya ketika produk baru muncul maka harga produk yang sebelumnya akan menurun. Hal ini juga dipengaruhi oleh kurs dollar. Ketika dollar turun maka harga komputer juga akan turun, karena harga komputer selalu dinilai dengan dollar. Tidak menjadi masalah jika kamu menempuh jalan yang satu ini jika sabar menunggu. Cara lainnya ialah dengan membeli komputer di pameran komputer. Biasanya harga yang ditawarkan relatif lebih murah apalagi pada saat hari terakhir penutupan pameran.

Comments 3 Comments »

Menonaktifkan Autoplay

Secara default, Windows XP akan menjalankan Autoplay ketika USB dipasang ke komputer atau ketika memasukkan CD/DVD yang didalamnya memiliki script autoplay. Tapi karena banyaknya virus yang beredar melalui USB maka kita perlu mematikan autoplay dahulu sebelum dipasang ke dalam komputer agar virus tersebut tidak di-execute.  Caranya yaitu:

1. Buka Run Menu atau Windows + r untuk shortcutnya lalu ketik gpedit.msc

2. Setelah terbuka halaman “Group Policy, pilih “Administrative Templates” lalu “System” dan double click pada pilihan “Turn off Autoplay”

3. Pilih Enabled dan anda bisa menentukan CD-rom atau all drive yang igin anda enabled.

4. Klik Apply lalu OK

Memperbesar/memperkecil ukuran icon pada desktop

1. Start > run lalu ketik regedit

2. Setelah terbuka halaman “Registry Editor”, pilih HKEY CURRENT_USER|Control Panel\Desktop\WindowMetrics

3. Double click pada pilihan “Shell icon size” dan ubah angkanya. Secara default, ukurannya adalah 32

4. Restart komputer

Proteksi start menu

Ketika kita menginstal software baru, maka software tersbut akan muncul pada Start Menu. Untuk memproteksi agar tidak sembarang orang men-delete software tersbut dengan mengklik kanan lalu delete maka kita dapat memproteksi dengan cara :

1. Ketik regedit pada Run Menu

2. Pilih HKEY_CURRENT_USER|Software|Microsoft|Windows|Policies|Explorer

3. Klik menu Edit>New>DWORD Value

4. Beri nama “NoChangeStartMenu”

5. Klik Edit>modify dan beri angka 1 pada bagian “Value Data”

6. Restart komputer

Menghilangkan All Programs dari Start Menu

1. Ketik gpedit.msc pada Run Menu

2. Pilih “Administrative Tempates” lalu pilih “Start menu and Taskbar”

3. Pilih “Remove All programs list from the Start Menu”

4. Double click pilihan tersbut dan pilih Enabled lalu Apply dan Ok

Read the rest of this entry »

Comments 1 Comment »

Locations of visitors to this page