Counter Powered by  RedCounter

Archive for the “Reading Actively” Category

Metode SQ3R memberikan strategi yang diawali dengan membangun gambaran umum tentang bahan yang dipelajari, menumbuhkan pertanyaan dari judul / subjudul suatu bab dan dilanjutkan dengan membaca untuk mencari jawaban dari pertanyaan.

Survey (Meninjau)

Dengan melakukan peninjauan dapat dikumpulkan informasi yang diperlukan untuk memfokuskan perhatian saat membaca. Peninjauan untuk satu bab memerlukan waktu 5 – 10 menit. Apa yang ditinjau?

  • Baca Judul

Hal ini dapat membantu untuk memfokuskan pada topik bab.

  • Baca Pendahuluan

Memberikan orientasi dari pengarang mengenai hal – hal penting dalam bab.

  • Baca Kepala judul / sub bab

Memberikan gambaran mengenai kerangka pemikiran.

  • Perhatikan grafik, diagram

Adanya grafik, diagram dan gambar ditujukan untuk memberikan informasi penting sebagai tambahan atas teks.

  • Perhatikan alat bantu baca

Termasuk huruf miring, definisi, pertanyaan di akhir bab yang ditujukan untuk membantu pemahaman dan mengingat.

Question (Bertanya)

  • Setelah kerangka pemikiran suatu bab diperoleh, mulai perhatikan kepala judul / sub bab yang biasanya dicetak tebal. Perhatikan kepala judul ini satu per satu dan ubah kepala judul ini jadi beberapa pertanyaan.
  • Tulislah pertanyaan – pertanyaan itu pada suatu kolom dengan lebar 1/3 halaman kertas dan kolom sisanya untuk jawaban yang diperoleh selama membaca. Misalkan kita membaca buku tentang “Belajar di SMA” dan kepala judulnya adalah “Manfaatkan berbagai kegiatan ekstrakurikuler di sekolahmu”. Pertanyaan yang dapat kita munculkan adalah “Mengapa kita harus memanfaatkan kegiatan ektrakurikuler?” dan “Bagaimana caranya kita bisa ikut terlibat dalam kegiatan ekstrakurikuler?”.

Read (Membaca)

Dengan membaca, kita mulai mengisi informasi ke dalam kerangka pemikiran bab yang kita buat pada proses survey. Bacalah suatu sub bab dengan tuntas jangan pindah ke sub bab lain sebelum kita menyelesaikannya. Pada saat membaca, kita mulai menari jawaban pertanyaan yang kita buat pada Question. Tulislah jawaban yang kita peroleh dengan kata – kata sendiri di kertas yang pada 2/3 kolom yang disiapkan.

Ingat, Jangan Membaca di Tempat Tidur!!!

Recite (Menceritakan Kembali)

  • Pada umumnya kita cepat sekali lupa dengan bahan yang telah dibaca. Dengan melakukan proses Recite ini kita bisa melatih pikiran untuk berkonsentrasi dan mengingat bahan yang dibaca. Proses ini dilakukan setelah kita menyelesaikan suatu sub bab.
  • Cara melakukan Recite adalah dengan melihat pertanyaan – pertanyaan yang kita buat sebelum membaca sub bab tersebut dan cobalah jawab pada selembar kertas tanpa melihat buku.

Review (Mengulang)

Review membantu kita untuk menyempurnakan kerangka pemikiran dalam suatu bab dan membangun daya ingat kita untuk bahan pada bab tersebut. Proses ini dapat dilakukan dengan membaca ulang seluruh sub bab, melengkapi catatan atau berdiskusi dengan teman. Cara Review yang terbukti efektif adalah dengan menjelaskan kepada orang lain.



Comments No Comments »

1. Konsentrasi

Salah satu teknik untuk mengembangkan daya konsentrasi adalah teknik kontemplasi. Kontemplasi adalah suatu teknik menggunakan pikiran kita seperti sebuah lampu senter (searchlight) untuk mencari dan menemukan informasi baru.

Untuk melatihnya, anda perlu lakukan setiap hari (setidaknya 5 menit sampai maksimum 10 menit per latihan). Caranya dimulai dengan fokus terhadap apa yang ingin kita ketahui.

2. Membuat Peta Pikiran (Mind Mapping)

Teknik ini merupakan cara untuk meringkas suatu tema atau pokok pikiran yang ada di buku.

Berikut adalah langkah atau prinsip dalam membuat peta pikiran:

  • Mulai dengan topik di tengah – tengah halaman.
  • Gunakan kata – kata kunci.
  • Buatlah cabang – cabangnya.
  • Gunakan simbol, warna, kata, gambar, dan citra lainnya.
  • Gunakan seperti poster dengan dasar putih bersih.
  • Buat tulisan atau gambarnya warna – warni
  • Gunakan alat tulis berwarna terang.

3. Relaksasi

Cara ini dikembangkan oleh Sandy MacGregor dalam bukunya Piece of mind. Pada prinsipnya dikatakan bahwa otak atau pikiran kita lebih mudah menyerap dan mengingat informasi pada saat kondisi pikiran kita relaks yang ditunjukkan dengan frekuensi gelombang otak yang rendah.

Comments No Comments »

Bagaimana cara membaca yang efektif (Textbook Mastery)? Pembahasan ini mungkin berguna buat anak sekolah atau kuliahan yang mau ujian agar bisa membaca materi yang ada di buku dengan efektif. Meskipun materinya banyak tapi bisa dihafal dengan mudah.

Pertama – tama kita harus mengetahui gaya belajar yang dimiliki.

1. Audiotory

Gaya belajar seperti ini memanfaatkan kemampuan pendengaran untuk mempermudah proses belajar (auditory learner).

Ciri – ciri auditory:

  • Mampu mengingat dengan baik materi yang didiskusikan di kelas maupun dalam kelompok.
  • Mengenal banyak lagu di iklan atau televisi dan mampu menirukannya dengan tepat.
  • Sangat suka berbicara.
  • Kurang suka tugas membaca.
  • Kurang baik dalam tugas mengarang atau menulis.
  • Kurang memperhatikan hal – hal baru di lingkungan sekitarnya.

2. Visual

Orang dengan gaya ini menggunakan indera penglihatannya untuk membantunya belajar (visual learner)

Ciri – ciri visual:

  • Selalu melihat bibir guru yang berbicara.
  • Saat petunjuk mengenai sesuatu harus dilakukan, biasanya dia akan melihat teman – temannya dulu baru bergerak.
  • Kurang menyukai untuk berbicara di depan kelompok dan kurang suka mendengarkan orang berbicara.
  • Cenderung menggunakan gerak tubuh untuk mengungkapkan sesuatu (untuk menggantikan kata atau untuk mengekpresikan)
  • Kurang bisa mengingat informasi yang diberikan secara lisan.
  • Dapat duduk tenang di situasi yang ramai dan bising tanpa merasa terganggu.

3. Kinesthetic

Untuk mempermudah proses belajarnya, orang ini menggunakan fisiknya sebagai alat belajar yang optimal (kinesthetic / tactile learner).

Ciri – Ciri kinesthetic:

  • Suka menyentuh sesuatu yang dijumpainya.
  • Tidak suka berdiam diri.
  • Suka mengerjakan segal sesuatu dengan tangan.
  • Memiliki koordinasi tubuh yang baik.
  • Suka menggunakan obyek yang nyata sebagai alat bantu belajar.
  • Sulit mempelajari hal – hal yang abstrak, seperti simbol matematika atau peta.
  • Cenderung agak tertinggal dengan teman sekelasnya karena ada ketidakcocokan antara gaya belajarnya dengan metode pengajaran yang lazim digunakan.

Read the rest of this entry »

Comments No Comments »

Locations of visitors to this page