Counter Powered by  RedCounter

Archive for the “Wawancara Kerja” Category

Terdapat banyak pertanyaan yang akan diajukan pewawancara kepada pelamar. urutan atau jenis pertanyaan yang diajukan terntu sangat berbeda dan bervariasi antara satu pewawancara dan pewawancara lainnya. Seorang pewawancara yang berpengalaman biasanya akan mengikuti beberapa bentuk perencanaan tertentu dengan menanyakan beberapa hal secara berurutan dan lebih sistematis, meskipun hal seperti ini tidak lazim dan bukan merupakan suatu keharusan. Pewawancara lain mungkin saja menggunakan cara pendekatan yang terkesan sembarangan dan tanpa arah yang jelas. Bagaimanapun, secara umum, suatu wawancara biasanya berlangsung dengan suatu pengelompokkan pertanyaan ke dalam beberapa bagian seperti berikut ini:

  • Wawancara pembuka.
  • Fakta mengenai perusahaan.
  • Latar belakang keluarga dan lingkungan.
  • Latar belakang pendidikan dan pelatihan.
  • Bagian atau jabatan yang dilamar.
  • Pengalaman bekerja di perusahaan lain.
  • Perhatian dan minat.
  • Masalah – masalah umum.
  • Ambisi dan motivasi.
  • Kesehatan pelamar.

Comments No Comments »

Setelah berhasil melewati beberapa tahapan wawancara kerja, besar kemungkinan anda akan diterima di perusahaan tersebut. Maka yang harus anda lakukan adalah mempersiapkan diri untuk menerima pertanyaan, “Berapa gaji yang anda inginkan ?”

Negoisasi gaji adalah salah satu bagian tersulit dalam mendapatkan pekerjaan. Jika meminta jumlah yang terlalu besar, perusahaan mungkin akan mengurungkan niatnya merekrut anda. Sebaliknya, jika jumlah yang anda minta terlalu rendah, mungkin anda akan diterima, namun gaji yang didapatkan dibawah standar yang seharusnya dibayarkan perusahaan tersebut.

Setelah bekerja selama beberapa waktu, jika anda mengetahui fakta tersebut, pastilah anda akan merasa kecewa. Dan solusinya adalah meminta kenaikan gaji, dan hal ini bukanlah proses yang mudah. Untuk “memenangkan” negosisasi gaji pada saat interview, ikuti petunjuk berikut :

1. Dapatkan Informasi

Sebelum wawancara, manfaatkan networking anda. Anda bisa mendapatkan informasi dari teman atau senior anda yang bekerja di perusahaan tersebut / industri serupa, terutama untuk divisi atau posisi yang sama. Sumber lain adalah internet atau tabloid yang memuat mengenai survey / informasi gaji.

2. Mendengarkan

Di awal wawancara, jangan pernah langsung menyebutkan berapa gaji yang anda inginkan. Semakin lama anda “menunda”, maka semakin banyak informasi yang bisa didapatkan untuk “memenangkan” negoisasi gaji. Langkah awal, pada saat wawacara, anda sebaiknya “mencari tahu” dari sang pewawancara, ada berapa banyak kandidat untuk posisi tersebut, dan telah berapa lama lowongan tersebut dibuka. Jika lowongan tersebut telah dibuka dalam waktu yang lama, ada kemungkinan perusahaan kesulitan untuk mendapatkan kandidat yang memenuhi kualifikasi. Jika anda high qualified, mungkin anda bisa mendapatkan nominal yang dinginkan. Read the rest of this entry »

Comments 3 Comments »

Cara pelamar menjawab setiap pertanyaan yang diajukan pewawancara tentu akan sangat membantu memperkuat informasi, baik informasi yang telah diperoleh pewawancara dari daftar riwayat hidup dan formulir lamaran yang telah diisi maupun informasi yang akan diberikan saat berlangsungnya wawancara. Dalam menjawab suatu pertanyaan, meskipun pertanyaan itu bisa saja dijawab secara singkat dengan ya atau tidak, sebaiknya pelamar menghindari jawaban pendek karena bisa memberikan kesan kurang sungguh – sungguh.

Pelamar sebaiknya berusaha mengembangkan jawaban atas suatu pertanyaan sehingga menimbulkan kesan bahwa jawaban itu memang pantas untuk diperhatikan dan ditanggapi. Perlihatkan minat dan perhatian. Jika perlu, berikan bukti – bukti atau contoh yang bisa memperkuat alasan atas jawaban. Read the rest of this entry »

Comments 10 Comments »

Melanjutkan postingan saya tentang Bagaimana Wawancara Dilakukan?, kali ini saya akan membagikan tips bagaimana menciptakan kesan yang menyenangkan pada saat wawancara.

Setiap informasi yang diperoleh pewawancara tentang diri pelamar selama berlangsungnya wawancara tentu akan menentukan pantas tidaknya si pelamar diterima, atau setidaknya menjadi bahan pertimbangan untuk menempatkannya pada jabatan yang ditawarkan perusahaan. Seorang pewawancara akan menggunakan setiap informasi yang pelamar berikan dengan sebaik mungkin untuk menentukan diterima atau ditolaknya lamaran. Namun, sekali lagi, setiap informasi yang pelamar berikan bukanlah satu – satunya bahan pertimbangan yang menentukan. Kesan- kesan yang pelamar buat selama berlangsungnya wawancara bisa berarti sukses atau gagal sama sekali. Sikap dan cara memberikan jawaban atas setiap pertanyaan yang diajukan merupakan suatu bagian yang tidak kalah pentingnya dan tidak akan pernah luput dari pengamatan setiap pewawancara. Karenanya, pelamar harus berusaha memberikan kesan yang menyenangkan. Perhatikan beberapa hal di bawah ini.

Read the rest of this entry »

Comments 4 Comments »

Pada dasarnya suatu wawancara memiliki tujuan yang sama, yaitu mencari orang yang tepat untuk menduduki posisi yang ditawarkan perusahaan. Perbedaannya terletak pada cara melakukan wawancara. Ada wawancara yang hanya berlangsung setengah jam, ada yang satu jam, ada juga yang lebih dai satu jam. Ada pelamar yang hanya menghadapi seorang pewawancara (wawancara satu – satu), ada juga yang menghadapi beberapa pewawancara sekaligus (wawancara panel). Wawancara satu – satu adalah wawancara yang paling umum dilakukan. Tujuannya untuk mendapatkan gambaran singkat tentang calon dan biasanya juga digunakan sebagai tahap penyisihan untuk bisa mengikuti wawancara berikutnya. Dalam wawancara panel, pelamar akan berhadapan dengan beberapa pewawancara yang biasanya duduk sejajar di belakang meja. Wawancara panel biasanya dilakukan perusahaan besar dan digunakan untuk melakukan seleksi terahir atau memilih karyawan yang mendapat promosi jabatan.

Informasi yang Dibutuhkan Pewawancara

Wawancara merupakan suatu penyelesaian penting dalam menerima karyawan. Dalam suatu wawancara, seorang pewawancara akan berusaha mendapatkan informasi – informasi akurat dan betul – betul objektif dari seorang pelamar. Kepastian informasi yang dibutuhkan seorang pewawancaratentu akan sangat bergantung pada tujuan serta posisi yang ditawarkan perusahaan. Misalnya, kepastian informasi serta pribadi ideal yang diminta untuk sekretaris eksekutif tentu tidak sama dengan persyaratan untuk tenaga pemasaran atau penerima tamu. Mendapatkan kepastian informasi, kepribadian yang tepat, dan persyaratan lainnya tentu bukan suatu pekerjaan mudah karena harus dilakukan dalam waktu yang relatif singkat.

Jawaban – jawaban pelamar tentu akan merupakan sumber informasi penting dalam mengambil keputusan diterima tidaknya pelamar. Harus diingat bahwa kepastian dari setiap informasi yang diberikan bukan faktor utama atau jaminan diterima tidaknya pelamar. Hal yang tidak kalah pentingnya adalah penampilan dan tingkah laku serta sikap pelamar selama berlangsungnya wawancara. Semua ini tentu tidak akan luput dari perhatian seorang pewawancara dan akan menjadi faktor penentu dalam mengambil keputusan.

Comments No Comments »

Locations of visitors to this page